Kamis, 12 Januari 2012

Mengenal Prajurit Keraton Yogyakarta

Prajurit Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dibentuk pada masa pemerintahan Hamengkubuwono I sekitar abad 17. Tepatnya pada tahun 1755 Masehi. Prajurit yang terdiri atas pasukan-pasukan infanteri dan kavaleri tersebut sudah mempergunakan senjata-senjata api yang berupa bedil dan meriam. Selama kurang lebih setengah abad pasukan Ngayogyakarta terkenal cukup kuat, ini terbukti ketika Hamengkubuwono II mengadakan perlawanan bersenjata menghadapi serbuan dari pasukan Inggris dibawah pimpinan Jenderal Gillespie pada bulan Juni 1812. Di dalam Babad menceritakan bahwa perlawanan dari pihak Hamengkubuwono II hebat sekali. Namun semenjak masa Pemerintahan Hamengkubuwono III kompeni Inggris membubarkan angkatan perang Kasultanan Yogykarta. Dalam perjanjian 2 Oktober 1813 yang ditandatangani oleh Sultan Hamengkubuwono III dan Raffles, dituliskan bahwa Kesultanan Yogyakarta tidak dibenarkan memiliki angkatan bersenjata yang kuat. Dibawah pengawasan Pemerintahan Kompeni Inggris, keraton hanya boleh memiliki kesatuan-kesatuan bersenjata yang lemah dengan pembatasan jumlah personil. Sehingga tidak memungkinkan lagi untuk melakukan gerakan militer. Maka sejak itu fungsi kesatuan-kesatuan bersenjata sebatas sebagai pengawal sultan dan penjaga keraton. 
Ketika Pemerintahan Kolonial Belanda kembali berkuasa pasukan-pasukan bersenjata yang sudah lemah tersebut makin dikurangi sehingga tidak mempunyai arti secara militer. Menurut catatan yang ada, semasa pemerintahan Hamengkubuwono VII sampai dengan masa pemerintahan Hamengkubuwono VIII yaitu antara tahun 1877 sampai dengan 1939 ada 13 kesatuan prajurit kraton yang meliputi: Kesatuan Sumoatmojo, Ketanggung, Patangpuluh, Wirobrojo, Jogokaryo, Nyutro, Dhaeng, Jager, Prawirotomo, Mantrijero, Langenastro, Surokarso dan Bugis. 
Kesatuan SUMOATMOJO 
Merupakan pasukan pengawal pribadi sultan yang langsung berada dibawah komando sultan. Pasukan ini terdiri dari 2 orang perwira berpangkat panji, 2 orang bintara berpangkat sersan dan 16 orang prajurit. berseragam baju zirah dengan perisai lempengan baja berbentuk bulan sabit berukuran besar, berikat pinggang besar dan kuat terbuat dari kulit kerbau, memakai tutup kepala yang disebut udheng gilig dan tidak memakai alas kaki. Senjata yang digunakan adalah pedang lengkung terhunus dengan perisai bulat. Prajurit Sumoatmojo tidak mempunyai duaja atau bendera, seluruh tubuhnya dan wajahnya dibedaki dengan boreh berwarna kuning. Jika melaksanakan tugas mengawal sultan, di sepanjang jalan memperagakan tarian perang atau tayungan. 

Kesatuan KETANGGUNG 
Terdiri atas 4 perwira berpangkat panji, 8 bintara berpangkat sersan, 72 prajurit dan 1 prajurit pembawa duaja. Berseragam jas terbuka, baju dalam putih, mengenakan ikat kepala hitam, topi segi tiga, bersepatu lars panjang. Senjata yang digunakan adalah bedil dengan bayonet terhunus dan keris dipinggang. 
Nama bendera: COKRO SEWANDONO, Dasar hitam, tengah bergambar bintang warna putih. Nama musik: Mares BERGOLO MILIR untuk berjalan pelan dan digayakan, Mares LINTRIK EMAS untuk berjalan cepat 

Kesatuan PATANGPULUH 
Terdiri 4 perwira berpangkat panji, 8 bintara berpangkat sersan, 72 prajurit dan 1 orang pembawa bendera. Pakaian yang digunakan: topi pacul gowang, destar wulung, sikepan lurik kemiri, rompi merah, Lonthong merah, kamus hitam. Celana atas merah bawah putih, bengkap hitam kaos kaki hitam.. Sepatu fantopel hitam. Senjata digunakan adalah bedil dan memakai keris branggah. 
Nama bendera: COKROGORO, Dasar hitam, tengah bergambar bintang warna merah. Nama musik: Mares GENDERO, untuk berjalan pelan dan digayakan, Mares BULU-BULU, untuk berjalan cepat. 

Kesatuan WIROBROJO 
Terdiri 4 perwira berpangkat panji, 8 bintara berpangkat sersan, 72 prajurit dan 2 orang pembawa duaja. Komandan pasukan ini berpangkat bupati. Pakaian yang dikenakan: . Topi Centhung (berbentuk seperti kepompong), warna merah. Destar (ikat kepala) berwarna wulung (ungu). Baju dalam lengan panjang berwarna putih, Beskap baju luar, berwarna merah, Lonthong (ikat pinggang dalam) : kain bermotif cinde dominasi warna merah, kamus (ikat pinggang luar) berwarna hitam, Sayak (kain penutup dari pinggang sampai di atas lutut) berwarna putih, celana Panji (celana yang mempunyai panjang sebatas lutut) berwarna merah. Kaos kaki berwarna putih, sepatu fantopel warna hitam, Karena Prajurit ini berpakaian serba merah maka lebih dikenal dengan nama Prajurit lombok abang. Persenjataannya berupa bedil dan memakai keris dengan kerangka bermotif branggah. 
Nama Bendera: GULO KLOPO. Dasar putih, gambar bintang warna merah berada di tengah, pada ke empat sudutnya diberi hiasan 'kukon' (bentuknya seperti kuku). Nama Musik: Mares RETODHEDHALI, untuk berjalan pelan dan digayakan, sedangkan Mares DHAYUNGAN, untuk berjalan cepat 

Kesatuan JOGOKARYO 
Terdiri 4 perwira berpangkat panji, 8 bintara berpangkat sersan, 72 prajurit dan 1 orang pembewa duaja. Topi hitam betuk tempelangan, seperti kapal terbalik. Destar wulung, Rompi berwarna crem, beskap lurik lupat lapis merah, sayak lurik, lonthong merah, Kamus hitam. Celana panji lurik, kaos kaki panjang, sepatu pantopel hitam. Persenjataanya berupa bedil dan memakai keris branggah. Nama bendera: PAPASAN. dasar hijau ditengah ada gambar plentong warna merah. Nama musik: Mares SLANGGUNDER, digunakan untuk jalan pelan dengan digayakan, sedangkan Mares TAMENGMADURO untuk berjalan cepat. 

Kesatuan NYUTRO 
Terdiri atas 8 perwira berpangkat panji, 8 bintara berpangkat sersan, 46 prajurit dan 2 orang pembawa duaja. Seragam yang dipakai berupa baju lengan pendek, celana dan dodot atau kampuh kain dengan motif bango tulak, tutup kepala memakai udheng gilig. Persenjataan yang digunakan berupa bedil dan tombak. Pada mulanya kesatuan ini tidak memakai alas kaki dan mempunyai dua seragam yang berbeda yang satu berwarna hitam yang satunya berwarna merah. Ada dua macam bendera dalam parajurit Nyutra yaitu PODANG NGISEP SARI, dasar kuning, di tengah ada gambar plentong berwarna merah dan PADMO SRI KRESNO, dasar kuning, di tengah bergambar plentong warna merah. 
Nama musik: Mares MBAT-EMBAT PENJALIN, dengan iringan gamelan untuk memperagakan tarian tayungan, Mares, TAMTOMO BALIK, berjalan pelan dengan digayakan dan Mares SORENGPRANG untuk berjalan cepat. 

Kesatuan DHAENG 
Terdir 4 perwira berpangkat panji, 8 bintara berpangkat sersan, 72 prajurit dan 1 orang pembawa duaja. Berseragam topi hitam pakai cundhuk, destar wulung, jas putih setrip merah, Lonthong biru, kamus hitam, celana panjang setrip abang, kaos kaki hitam,Sepatu fantopel. Persenjataannya berupa bedil dan memakai keris dengan kerangka bermotif gayaman. Nama Bendera BAHMING SARI, Dasar putih, gambar plentong warna merah berada di tengah. Nama musik Mares KANOKO, untuk berjalan pelan dan digayakan. Sedangkan Mares UNDHAL-ANDHIL, untuk berjalan cepat. 

Kesatuan JAGER 
Kata jager berasal dari bahasa Belanda yang beraarti pemburu. Terdiri atas seorang perwira berpangkat panji, dua orang bintara berpangkat sersan dan 58 prajurit. Pakaian ini tidak mempunyai seragam khusus, yang dipakai dalam tugas sehari-hari adalah pakaian adat jawa. Persenjataannya berupa bedil. Kesatuan ini tidak mempunyai duaja atau bendera. 

Kesatuan PRAWIROTOMO 
Terdiri atas 4 perwira berpangkat panji, 4 bintara berpangkat sersan, 72 orang prajurit dan seorang pembawa duaja. Pakaian yang dikenakan adalah topi hitam berbentuk mete, destar wulung, beskap hitam, baju dalam merah. Sayak putih, lonthong merah, kamus hitam, celana atas merah bawah putih. Bengkap hitam, kaos kaki hitam. Sepatu fantopel hitam. Persenjataan yang dipakai berupa bedil dan keris branggah. Nama bendera GENIROGO dasar hitam di tengah ada gambar plentong warna merah. Nama musik Mares BALANG, berjalan pelan dengan digayakan, Mares PANDHEBRUG, berjalan dengan cepat. 

Kesatuan MANTRIJERO 
Terdiri atas 8 perwira berpangkat panji, 8 bintara berpangkat sersan, 64 prajurit dan seorang membawa duaja. Komandan pasukan ini berpangkat bupati. Seragamnya jas buka dengan kain lurik bergaris hitam putih, berbaju dalam putih, bercelana putih, kaos kaki panjang putih dan bersepatu. Mengenakan ikat kepala warna hitam dengan topi semacam songkok warna hitam. Persenjataannya berupa bedil. Nama bendera PURNOMOSIDI, Dasar hitam, tengah bergambar plentong warna putih. Nama musik Mares SLENGGANDIRI, untuk berjalan pelan dengan di gayakan dan Mares PLANGKENAN (RESTOG), untuk berjalan cepat. 

Kesatuan LANGENASTRO 
Kesatuan ini bertugas mengawal sultan pada upacara garebeg. Prajurit Langenastro merupakan prajurit tambahan yang dimasukkan kedalam kesatuan Mantrijeron. Atribut yang dipakai sama dengan prajurit Mantrijero, kecuali persenjataannya prajurit Langenastro tidak berupa bedil seperti prajurit Mantrijero namun sebilah pedang. 

Kesatuan SUROKARSO 
Terdiri atas seorang perwira berpangkat penewu, 64 prajurit dan seorang membawa duaja. Seragam berupa baju lengan panjang berwarna putih dengan celana panjang dan kain bermotif gebyar. Memakai ikat kepala teleng kewengen (kain berwarna hitam ditengah putih dan ditepinya bergaris-garis putih). Persenjataannya berupa tombak. Prajurit Surokarso bertugas mengawal putra mahkota, dewasa ini bertugas sebagai pengawal kehormatan sesajian gunungan pada upacara garebeg. Nama bendera PAREANOM, dasar hijau, tengah gambar plentong warna kuning. Nama musik Mares PLANGKENAN 

Kesatuan BUGIS 
Disebut prajurit Bugis karena semula seluruh anggota kesatuan ini berasal dari suku Bugis. Tugas kesatuan ini adalah mengawal seorang patih dan mengawal dalam upacara-upacara garebeg dan lainnya. Seragamnya berupa jas tutup berwarna hitam, celana panjang hitam, serta mengenakan ikat kepala kain hitam dan topi hitam. Persenjataannya berupa tombak. Nama bendera WULANDADARI, dasar hitam, di tengah bergambar plentong warna kuning. Nama musik Mares ENDROLOKO. 

Sekarang Prajurit Kraton. 
Pada tahun 1942 semua kesatuan bersenjata keraton Yogyakarta dibubarkan oleh pemerintahan Jepang. Tetapi mulai tahun 1970 kegiatan para prajurit keraton dihidupkan kembali. Dari ke tiga belas prajurit yang pernah ada baru sepuluh kesatuan atau bergada yang direkonstruksi dengan beberapa perubahan, baik dari pakaiannya, senjatanya maupun jumlah personil. (lihat foto-foto yang ditampilkan). Kesepuluh kesatuan prajurit tersebut yaitu: Prajurit Wirobrojo, Prajurit Dhaeng, Prajurit Patangpuluh, Prajurit Jogokaryo, Prajurit Mantrijero, Prajurit Prawirotomo, Prajurit Ketanggung, Prajurit Nyutro, Prajurit Surokarso dan Prajurit Bugis. Dewasa ini, kesepuluh kesatuan prajurit tersebut masih dapat dilihat oleh masyarakat umum paling tidak se tahun tiga kali, yaitu pada upacara Garebeg Mulud, Garebeg Besar dan Garebeg Syawal, di alun-alun utara 

Pelajaran Hidup di Akhir Tahun 2011

Cerita ini berdasarkan pengalamnku waktu membawa rombongan ke Bali. 
Pertama-tama aku mau kasih tau, selain mahasiswa aku juga berprofesi sebagai tour guide domestic freelance. 
Seperti biasanya pada akhir tahun banyak sekali orderan datang untuk membawa rombongan tour. Waktu itu aku dapat orderan membawa rombongan dari SMA N 2 Bandar Lampung yang merupakan sekolah elit yang ada di Bandar Lampung(sebagian besar mereka adalah anak dari para pejabat dan pengusaha)ke Bali. Awalnya aku ditugaskan untuk melakukan penjemputan ke Lampung tapi sehubungan waktu itu aku dalam perjalan pulang dari tour ke Bandung jadi aku dan pihak travel membuat kesepakatan bahwa aku akan bertemu mereka di Jogja aja. 
Pada hari H aku pergi ketempat pertemuan yang sudah kami temukan. Cukup lama aku menunggu rombongan yang berjumlah 3 bus itu akhirnya mereka dating juga dan aku diperkenalkan oleh para guru-guru pembimbing. Seperti kebanyakan anak SMA, sebagian dari mereka bersikap acuh, masih mengutamakan ego mereka, agak susah diatur, kurang disiplin dan kurang respect terhadap orang lain terlebih lagi mereka sebagian besar adalah anak orang kaya jadi mereka terbiasa di manja oleh orang tua mereka. 
Sekitar jam 3 kami meninggalkan Jogja menuju Bali dan dalam perjalanan kami berjalan dengan lancar, paling gak sampai Probolinggo. Sekitar jam 3 subuh bus yang aku gunakan mengalami trouble di daerah Probolinggo yaitu kampas kopling busnya habis jadi kampasnya mesti diganti, klo gak diganti busnya gak bias jala. Karena ini adalah forge major maka aku menjelaskan permasalahnnya kepada para guru pembimbing dan untungnya mereka mau mnegerti. Untuk mempersingkat waktu aku pun mencari bus pengganti sementara tetapi selama sekitar 1.5 jam berkeliling mencari bus pengganti dengan menngunakan becak aku gak menemukan bus penggantinya. Karena gak menemukan bus pengganti aku pun kembali ketempat bus mogok tadi lalu aku meminta bantuan sama temanku untuk mencarikan bus pengganti. Lama kami menunggu, sekitar jam 6 pagi akhirnya kami mendapatkan bus pengganti (Bus Akas) sementara yang akan membawa kami ke Bali. Berhubung sudah pagi maka kami memutuskan untuk singgah ke rumah makan yang berada di Pasir Putih dan tiba disana sekitar jam 08.30 pagi untuk makan dan mandi. Sekitar jam 10 pagi kami meninggalkan rumah makan untuk melanjutkan perjalanan ke Bali. Kami tiba di pelabuhan Gilimanuk Bali sekitar jam 14.00 WITA, karena kami sudah sangat telat makan kami memutuskan untuk langsung menuju hotel dengan konsekuensi objek wisata yang mau dikunjungi pada hari itu kami canceled. Setibanya di hotel jam 7 malam, karena besoknya kami sudah gak memakai bus itu lagi maka saya menyuruh para rombongan untuk menurunkan semua barang bawaan mereka. 
Sudah menjadi tugas wajib para tour guide bahwa pada saat rombongan turun dari bus, kami harus memeriksa kembali bus tersebut agar gak ada barang yang tertinggal di dalam bus. Setelah memeriksa bus, aku menemukan banyak banget barang-barang yang tertinggal di dalam bus seperti handuk, jaket, kacamata, sisir, dan lain sebagainya. Setelah memastikan sudah gak ada barang yang tertinggal, aku pun turun dari bus dan membawa barang bawaanku dan langsung membagi kamar kepada para rombongan. Sekitar jam 9 malam kami mendapat laporan bahwa salah seorang anak dompetnya hilang, setelah kami interogasi ternyata dompet anak tersebut terjatuh di dalam bus. Salah satu kesalahan kami adalah kami gak mencatat contact person bus akas tersebut jadi kami pun gak bias memastikannya. Karena sudah gak ada harapan lagi maka kami menyrankan kepada anak itu untuk mengikhlaskan dompetnya yang hilang. 
Pada saat perjalanan pulang dari Pulau Bali menuju Pulau Jawa, dekitar daerah Kabupaten Singaraja salah satu guru pembimbing mendapat kabar bahwa dompet yang hilang sudah ditemukan dan kami pun langsung menghubungi orang yang menemukan dompet itu. Dengan beberapa lobi kami pun janjian untuk ketemuan di Probolinggo. Pada saat kami berada di Paiton (sekitar 30 menit dari meeting point) kami menghubungi orang itu lagi untuk memastikan tempat ketemuannya, dan yang bikin aku agak geli dan salut sama orang itu adalah dia minta izin kepada kami untuk mengambil uang yang ada di dompet itu sebesar 120 ribu, 100 ribu untuk diberikan kepada tukang cuci bus yang menemukan dompet itu dan 20 ribunya lagi untuk dia belikan pulsa karena sudah menelpon kami. Akhirnya, sekitar jam 1 subuh kami bertemu dengan orang itu,setelah turun dari bus dan melihat orangnya ternyata dia adalah kerneknya bus akas dan pada saat itu kamis sangat kaget. Dan lalu dia memberikan dompet itu dan memintanya memeriksa kembali dompet tersebut apakah isi dompet itu utuh dan setelah di periksa ternyata isi dompet itu utuh, surat-surat dan uangnya yang ada di dompet itu (kecuali 120 ribu tadi) masih ada didalam dompet itu. Uang yang ada di dompet itu sebanyak sekitar 900 ribuan. Sebagai ucapan terima kasih mas itu pun dikasih imbalan sebesar 200 ribu tetapi dia menolak (bahkan semakin didekatin mas nya semakin menjauh), setelah dipaksa dan kami ngasihnya ikhlas mas nya pun mau terima uang dari kami. 
Pada saat itu dia ditemenin sama istrinya, dan aku melihat mereka sangat lugu banget bahkan kami sempat ditawari untuk singgah dirumahnya tapi karena kami lagi dalam perjalanan maka kami secara halus menolaknya. 
Itulah pengalamanku waktu bawa rombongan ke Bali di akhir tahun. Aku sangat salut sekali ma orang itu, ternyata di zaman seperti ini masih ada orang yang sangat jujur seperti itu walaupun dia orang gak mampu. Dia hanya seorang kernek bus yang penghasilannya sebulan gak samapi 1 juta. Walaupun dia orang miskin tapi dia mempunyai hati yang sangat kaya. Dia sudah menjadi sumber inspirasiku. Semoga dia selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berlimph kepada ALLHA. Amin…